JARINGAN KOMPUTER INSTALASI & KONFIGURASI JARINGAN KOMPUTER- INTERNET ( Safety, Alat-alat Jaringan Komputer, Pengkabelan, Pengalamatan IP Addres, Share Folder, Setting Acces Point, Router menggunakan silumator Cisco Paket Tracer)
PRAKTIKUM I
PENGANTAR SAFFETY
A. TUJUAN
1.
Mahasiswa
mampu Mahasiswa dapat Mengerti tentang pentingnya menerapkan safety dalam kerja
jaringan computer.
2.
Mahasiswa
mampu Mahasiswa dapat menerapkan safety ketika bekerja jaringan computer.
B. MATERI
1. Pengertian
safety
Keamanan kerja (Safety) adalah unsur-unsur penunjang yang mendukung terciptanya
suasana kerja yang aman, baik berupa materil maupun nonmateril.
1.1.
Pengenalan
Tool Safety Jaringan Komputer
Unsur-unsur
penunjang keamanan yang bersifat material diantaranya sebagai berikut:
1)
Baju
kerja / harness
harness
adalah alat keamanan kerja untuk kebutuhan pekerja jaringan, Industry,
contractors, telekomunikasi, building, gondola, service, Dll yang berfungsi
untuk pengaman saat bekerja di ketinggian. Dalam kerjaan jaringan harness
sangat di perlukan ketika memasang alat-alat pada ketinggian tertentu seperti
pemasangan kabel pada pelapon dan bahkan pemasangan antenna whirless.
2)
Helm
Helmet
di gunakan sebagai alat pelindung kepala agar kepala terhindar dari bahan yang
jatuh dari atas
3)
Kaca
mata (Safety Glasses)
Safety
Glasses menjaga mata Anda supaya terhindar dari debu, angin, cat , api , pasir,
air , paku , cairan kimia lainnya , dsb dimanapun Anda berada.
4)
Sarung
tangan
Sarung
tangan sebagai alat pelindung tangan ketika bekerja jaringan agar terhindar
dari kecelakaan yang mengakibatkan tangan terluka.
5)
Sepatu
Sepatu
safety adalah alat keamanan kerja untuk kebutuhan pekerja jaringan, Industry,
contractors, telekomunikasi, building, gondola, service, Dll yang berfungsi
untuk pengaman saat bekerja untuk perlingdungan kaki agar terhindar dari
kecelakaan terjatuhnya alat yang dapat menimbulkan luka pada kaki..
Unsur-unsur penunjang keamanan yang
bersifat nonmaterial adalah sebagai berikut :
1)
Petunjuk
penggunaan alat
2)
Rambu-rambu
dan isyarat bahaya.
3)
Himbauan-himbauan
4)
Petugas
keamanan
2. Kesehatan
Kerja
Kesehatan kerja adalah suatu kondisi
kesehatan yang bertujuan agar masyarakat pekerja memperoleh derajat kesehatan
setinggi-tingginya, baik jasmani, rohani, maupun sosial, dengan usaha
pencegahan dan pengobatan terhadap penyakit atau gangguan kesehatan yang
disebabkan oleh pekerjaan dan lingkungan kerja maupun penyakit umum. Kesehatan
dalam ruang lingkup kesehatan, keselamatan, dan keamanan kerja tidak hanya
diartikan sebagai suatu keadaan bebas dari penyakit. Menurut Undang-Undang
Pokok Kesehatan RI No. 9 Tahun 1960, BAB I pasal 2, keadaan sehat diartikan
sebagai kesempurnaan keadaan jasmani, rohani, dan kemasyarakatan.
3. Keselamatan
Kerja
Keselamatan kerja dapat diartikan
sebagai keadaan terhindar dari bahaya selama melakukan pekerjaan. Dengan kata
lain keselamatan kerja merupakan salah sau faktor yang harus dilakukan selama
bekerja. Tidak ada seorang pun didunia ini yang menginginkan terjadinya
kecelakaan. Keselamatan kerja sangat bergantung .pada jenis, bentuk, dan
lingkungan dimana pekerjaan itu dilaksanakan.
Unsur-unsur penunjang keselamatan
kerja adalah sebagai berikut:
1)
Adanya
unsur-unsur keamanan dan kesehatan kerja yang telah dijelaskan diatas.
2)
Adanya
kesadaran dalam menjaga keamanan dan kesehatan kerja.
Teliti dalam bekerja
3)
Melaksanakan
Prosedur kerja dengan memperhatikan keamanan dan kesehatan kerja.
Dengan demikian dapat disimpulkan
bahwa Kesehatan, keselamatan, dan keamanan kerja adalah upaya perlindungan bagi
tenaga kerja agar selalu dalam keadaan sehat dan selamat selama bekerja di
tempat kerja. Tempat kerja adalah ruang tertutup atau terbuka, bergerak atau
tetap, atau sering dimasuki tenaga kerja untuk keperluan usaha dan tempat
terdapatnya sumber-sumber bahaya. Kecelakaan kerja dapat dibedakan menjadi kecelakaan
yang disebabkan oleh :
1)
Mesin
2)
Alat
angkutan
3)
Peralatan
kerja yang lain
4)
Bahan
kimia
5)
Lingkungan
kerja
6)
Penyebab
yang lain
4. Tujuan Kesehatan, keselamatan, dan
keamanan kerja.
Kesehatan, keselamatan, dan keamanan
kerja bertujuan untuk menjamin kesempurnaan atau kesehatan jasmani dan rohani
tenaga kerja serta hasil karya dan budayanya. Secara singkat, ruang lingkup
kesehatan, keselamatan, dan keamanan kerja adalah sebagai berikut:
1)
Memelihara
lingkungan kerja yang sehat.
2)
Mencegah,
dan mengobati kecelakaan yang disebabkan akibat pekerjaan sewaktu bekerja.
3)
Mencegah
dan mengobati keracunan yang ditimbulkan dari kerja
4)
Memelihara,
mencegah, dan mengobati keracunan yang timbul dari kerja.
5)
Menyesuaikan
kemampuan dengan pekerjaan, dan
6)
Merehabilitasi
pekerja yang cedera atau sakit akibat pekerjaan.
5. Memahami
Prosedur yang Berkaitan dengan Keamanan
Prosedur yang berkaitan dengan
keamanan (SOP, Standards Operation Procedure) wajib dilakukan. Prosedur itu
antara lain adalah penggunaan peralatan kesalamatan kerja. Fungsi utama dari
peralatan keselamatan kerja adalah melindungi dari bahaya kecelakaan kerja dan
mencegah akibat lebih lanjut dari kecelakaan kerja. Pedoman dari ILO
(International Labour Organization) menerangkan bahawa kesehatan kerja sangat
penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Pedoman itu antara lain:
1)
Melindungi
pekerja dari setiap kecelakaan kerja yang mungkin timbul dari pekerjaan dan
lingkungan kerja.
2)
Membantu
pekerja menyesuaikan diri dengan pekerjaannya
3)
Memelihara
atau memperbaiki keadaan fisik, mental, maupun sosial para pekerja.
Alat keselamatan kerja yang biasanya dipakai oleh tenaga kerja adalah helm,
masker, kacamata, atau alat perlindungan telinga tergantung pada profesinya.
6. A
lat-alat pelindung badanPada waktu
melaksanakan pekerjaan, badan kita harus benar-benar terlindung dari
kemungkinan terjadinya kecelakaan. Untuk melindungi diri dari resiko yang
ditimbulkan akibat kecelakaan, maka badan kita perlu menggunakan ala-alat
pelindung ketika melaksanakan suatu pekerjaan. Berikut ini akan diuraikan
beberapa alat pelindung yang biasa dipakai dalam melakukan pekerjaan listrik
dan elektronika.
7. Pakaian
kerja
Pemilihan dan pemakaian pakaian kerja
dilakukan berdasarkan ketentuan berikut.
·
Pemakaian
pakaian mempertimbangkan bahaya yang mungkin dialami
·
Pakaian
longgar, sobek, dasi, dan arloji tidak boleh dipakai di dekat bagian mesin
·
Jika
kegiatan produksi berhubungan dengn bahaya peledakan/ kebakaran maka harus
memakai pakaian yang terbuat dari seluloid.
·
Baju
lengan pendek lebih baik daripada baju lengan panjang.
·
Benda
tajam atau runcing tidak boleh dibawa dalam kantong.
·
Tenaga
kerja yang berhubungan langsung dengan debu, tidak boleh memakai pakaian
berkantong atau mempunyai lipatan.
C. TUGAS
·
Buatkan
makalah tentang alat-alat keamanan khususnya jaringan computer beserta
penjelasan penggunaannya, minimal 10 Halaman dan di jilit rapi.
PRAKTIKUM II
PENGENALAN ALAT
A. TUJUAN
1.
Mahasiswa
dapat mengenal alat-alat jaringan computer
2.
Mahasiswa
dapat menjelaskan pengertian dan kegunaan alat-alat jaringan komputer
B. MATERI
1.
Bentuk Alat-alat jaringan komputer
1)
Terminal
·
Terminal Keyboard adalah
terminal input yang sangat populer diantara pemakai komputer. User dapat
menggunakan keyboard mengentri data, memberikan intruksi tertentu untuk
menerbitkan laporan dsb.
·
Terminal Telephone Tombol :
komputer juga dapat dilengkapi dengan alat respon audio. Dapat mengirimkan
pesan yang dapat didengar oleh pemakai di telephone tombol. Penekanan tombol
digunakan untuk mengirimkan data dan intruksi ke komputer.
·
Terminal Titik penjualan (point of
sale) Kita juga dapat melihat bagaimana pembaca charakter optik
digunakan pada pasar swalayan. Terminal ini menyediakan cara memasukan data
transaksi ke dalam database pada saat penjuala (point of sale). Karena alasan
tersebut terminal ini dinamakan terminal Point of sale (POS)
·
Terminal Pengumpul Data.
Suatau jenis khusus terminal dirancang untuk digunakan oleh pekerja pabrik.
Alat yang dikenal sebagai terminal pengumpul data (data collection terminal)
digunakan untuk mengumpulkan data, menjelasakan kehadiran dan kinerja kerja
pegawai. Alat OCR digunakan untuk membaca charakter dan dokument yang menyertai
pekerjaan yang berjalan di dalam pabrik.
·
Terminal khusus yaitu
terminal yang dirancang khusus untuk keperlua tertentu seperti cash
register yang dilengkapi dengan tombol-tombol khusus. Satu tombol untuk
satu jenis penjual
2) NIC
(Network Interface Card)
Kartu jaringan atau Lan card
dipasang pada setiap komputer yang akan dihubungkan ke suatu jaringan computer.
Banyak jenis dan merk kartu jaringan yang tersedia di pasar, namun beberapa hal
pokok yang perlu diketahui dari kartu jaringan yaitu type kartu ISA atau PCI
dengan kecepatan 10 atau 10/100 Mbps, harus disesuaikan dengan tipe Ethernet
HUB atau switching yang akan digunakan, jenis protocol dan jenis kabel yang
didukungnya disamping itu juga mengesampingkan kwalitas produk. Komputer jenis
terbaru tidak dilengkapi dengan slot ISA bahkan Network Interface umumnya
merupakan Onboard system artinya sudah tersedia pada mainboard sehingga tidak perlu lagi
dipasang Lan Card Sesuai dengan besarnya tingkat
kebutuhan akan jaringan komputer, sudah banyak mainboard komputer jenis terbaru
dilengkapi kartu jaringan secara on board. Kwalitasnya bagus namun penulis
berpendapat lebih baik menggunakan kartu jaringan yang terpisah. Salah satu
keuntungannya adalah dapat memilih merk tertentu dan mudah diganti apabila
terjadi kerusakan.
3) Hub
atau Concentrator
Hub
adalah perangkat jaringan yang terdiri dari banyak port untuk menghubungkan
Node atau titik sehingga membentuk jaringan yang
saling terhubung dalam topologi star. Jika jumlah port yang tersedia tidak
cukup untuk menghubungkan semua komputer yang akan dihubungkan ke dalam satu
jaringan dapat digunakan beberapa hub yang dihubungkan secara up-link.
Port yang tersedia biasanya sampai
8, 16, 24 atau lebih banyak sesuai kebutuhan Anda. Untuk kecepatan, Anda dapat
menggunakan HUB 10 atau Switch 10/100. Sebaiknya menggunakan 10/100 karena
dapat digunakan untuk jaringan berkecepatan maksimal 10 atau 100. Hub ada yang
mendukung pemggunaan kabel coax yang menukung topologi BUS dan UTP yang
mendukung topologi STAR. Namun type terbaru cenderung hanya menyediakan
dukungan untuk penggunaan kabel UTP.
4) Konektor
UTP (RJ-45)
Untuk menghubungkan kabel UTP
diperlukan konektor RJ-45 atau sejenis jack yang bentuknya mirip dengan jack
kabel telepon namun memiliki lebih banyak lubang kabel. Konektor tersebut
dipasang di kedua ujung kabel dengan peralatan Tang khusus UTP. Namun jika
belum bisa memasangnya, Anda dapat meminta sekaligus pemasang-an pada saat
membeli kabel UTP
5) Kabel UTP
Ada beberapa jenis kabel yang
digunakan dalam jaringan network, namun yang paling banyak dipakai pada private
network/Local Area Network saat ini adalah kabel UTP.
6) Bridge
Bridge
digunakan untuk menghubungan antar jaringan yang mempunyai protokol yang sama.
Hasil akhirnya adalah jaringan logis tunggal. Bridge juga dapat digunakan
jaringan yang mempunyai media fisik yang berbeda. Contoh jaringan yang
menggunakan fiber obtik dengan jaringan yang menggunakan coacial.
Bridge
mempelajari alamat tujuan lalulintas yang melewatinya dan mengarahkan ke
tujuan. Juga digunakan untuk menyekat jaringan. Jika jaringan diperlambat
dengan adanya lalulintas yang penuh maka jaringan dapat dibagi menjadi dua
kesatuan yang lebih kecil.
7)
Switch
Merupakan
pengembangan dari konsep Bridge. Ada dua arsitektur dasar yang digunakan pada
switch, yaitu cut-through dan store and forward. Switch cut-through mempunyai
kelebihan di sisi kecepatan karena ketika sebuah paket datang, switch hanya
memperhatikan alamat tujuan sebelum diteruskan ke segmen tijuannya, sedangkan
switch store and forward merupakan kebalikannya. Switch ini menerima dan
memeriksa seluruh isi paket sebelum meneruskannya ke tujuan dan untuk memeriksa
satu paket merlukan waktu, tetapi proses ini memungkinkan switch mengetahui
adanya kerusakan pada paket data dan mencegahnya agar tidak mengganggu
jaringan.
Dengan
Swith terdapat beberapa kelebihan karena semua segmen jaringan memiliki
bandwidth 10 Mbps penuh. Tidak terbagi seperti share network pada penggunaan
Hub.
8)
Cluster Control Unit
Cluster
Control Unit membangun hubungan antara terminal yang
dikendalikannya dengan perlatan-peralatan dan jaringan. Alat ini
memungkinkan beberapa terminal berbagi satu printer atau mengakses beberapa
komputer melalui jaringan yang bebeda. Cluster Control Unit dapat pula
mengerjakan pemeriksaan kesalahan dan pengubahan kode.
9)
Multiplexer
Saat
beberapa terminal harus berbagi satu saluran pada saat yang sama, multiplexer
dapat ditambahkan pada tiap ujung. Multiplexer adalah suatu alat yang
memungkinkan pengiriman dan penerimaan bebrpa pesan secara serentak. Penambahan
multiplexer berdampak seperti mengubah jalan satu jalur menjadi jalur bebas
hambatan dengan beberapa jalur.
Pengaturan
nomor port dan protokol yang mengirim data pada modul sofware yang benar
didalam host.
10)
Front-end Processor
Front-end
Processor menangani lalulintas Jaringan komputer yang masuk dan keluar dari
host komputer. Kedua komputer tersebut dapat merupakan jenis apapun, tetapi
configurasi yang umum terdiri dari sejenis komputer mini khusus yang berfungsi
sebagai front-end processor dan sebuah mainframe yang menjadi host.
Front-end
Processor berfungsi sebagai unit input dari host dengan mengumpuklkan
pesan-pesan yang masuk dan menyiapkan data bagi host. Front-end Processor juga
berfungsi sebagai unit output dari host dengan menerima pesan-pesan untuk
transmisi ke terminal.
Walau
kecepatan transmisi antara saluran dan front end Processor relatif lambat
( dalam banyak kasus bit-bit ditransmisikan secara serial ) kecepatan tarnsmisi
front-end processor dengan host dapat berlangsung secara cepat ( beberapa bit
ditransmisikan secara paralel).
Sebagian front-end processor
melakukan message switching dengan mengatur rute (routing) pesan dari suatu
terminal ke yang lain tanpa melibatkan host. Jika karena suatu hal terminal
penerima tidak dapat menerima pesan (mungkin sedangan digunakan atau rusak)
front-end processor dapat menyimpan pesan tersebut dalam penyimpanan sekunder
dan mengirimkannya nanti. Kemampuan ini disebut simpan dan teruskan (store and
forward).
11) Host
Host mengerjakan pemrosesan data
untuk jaringan . Pesan-pesan yang masuk ditangani dengan cara yang sama dengan
data yang di terima dari unit unit jenis apapun. Setelah pemrosesan pesan dapat
ditransmisikan kembali ke front-end processor untuk routing.
12)
Router
Router tidak mempunyai kemampuan
untuk mempelajari, namun dapat menentukan path (alur) data antara dua jaringan
yang paling eficien. Router beroperasi pada lapisan Network (lapisan ketiga
OSI.). Router tidak mempedulikan topologi dan tingkat acces yang digunakan oleh
jaringan. Karena ia beroperasi pada lapisan jaringan. Ia tidak dihalangi
oleh media atau protokol komunikasi. Bridge mengetahui tujuan ahir paket data,
Router hanya mengetahui dimana router berikutnya ditempatkan. Ia dapat
digunakan untuk menghubungkan jaringan yang menggunakan protokol tingkat tinggi
yang sama.
Jika paket data tiba pada router, ia
menentukan rute yang terbaik bagi paket dengan mengadakan pengecekan pada tabel
router. Ia hanya melihat hanya melihat paket yang dikirimkan kepadanya oleh
router sebelumnya.
13)
Brouter
Adalah yang menggabungkan teknologi
bridge dan router. Bahkan secara tidak tepat seringkali disebut sebagai router
multiprotokol. Walau pada kenyataannya ia lebih rumit dari pada apa yang
disebut router multiprotokol yang sebenarnya.
14) Getway
Gateway dilengkapi dengan lapisan 6
atau 7 yang mendukung susunan protokol OSI. Ia adalah metode penyambungan
jaringan ke jaringan dan jaringan ke host yang paling canggih. Gateway dapat
digunakan untuk menghubungkan jaringan yang mempunyai arsitektur berbeda
misalnya PC berdasarkan Novell dengan jaringan SNA atau Ethernet
15) Modem
Satu-satunya saat modem tidak
diperlukan adalah saat telephone tombol digunakan sebagai terminal. Semua
saluran jaringan komputer lain memerlukan modem pada tiap ujungnya. Modem
dirancang untuk beroperasi pada kecepatan tertentu biasanya 300, 1200, 2400,
4800 atau 96000 bit per detik dan seterusnya kecepatan modem menentukan
kecepatan transmisi data.
16) ADSL
17) ADSL
adalah type modem untuk penggunaan accses internet kecepatan tinggi. Umumnya
modem ADSL merupakan integrasi dari modem, firewall dan ethernet
switch serta router dan mungkin juga dengan transiever. Modem ADSL bekerja
pada frekwensi yang berbeda dengan frekwensi yang digunakan dalam
percakapan telephon sehingga saluran telephon dapat digunakan untuk percapapan
bersamaan dengan penggunaan transmisi data melelalui modem ADSL.
18) Radio
Transmisi data juga dilakukan melalui
frekwensi radio seperti yang digunalan pada jaringan perbankan, Travel, warnet.
Peralatan ini masih dikuasai perusahaan penyedia layanan public (provider)
seperti PT Lintas Artha, Indosat, Telkomsel. Fren. Untuk lingkup lebih kecil
tersedia werless untuk pembuatan jaringan lokal tanpa kabel. Misalnya dengan
Modem ADSL yang dilengkapi dengan werless router dapat digunakan untuk
jaringngan lokal pada ruangan. Hanya saja kemampuan werles tidak dapat atau
terganggu oleh partisi terutama partisi beton. sehingga tidak efektif digunakan
untuk jaringgan lokal suatu perusahaan dimana client computer tersebar di dalam
ruangan tertutup.
19) Server
Server
adalah sebuah sistem komputer yang menyediakan jenis layanan tertentu dalam
sebuah jaringan komputer. Server didukung dengan prosesor yang bersifat
scalable dan RAM yang besar, juga dilengkapi dengan sistem operasi khusus, yang
disebut sebagai sistem operasi jaringan atau network operating system. Server
juga menjalankan perangkat lunak administratif yang mengontrol akses terhadap
jaringan dan sumber daya yang terdapat di dalamnya, seperti halnya berkas atau
alat pencetak (printer), dan memberikan akses kepada workstation anggota
jaringan. Umumnya, di atas sistem operasi server terdapat aplikasi-aplikasi
yang menggunakan arsitektur klien/server.
C. TUGAS
·
Buatkan
laporan tentang alat-alat jaringan computer serta penjelasan dan kegunaan alat
tersebut di sertakan dengan gambar, minimal 15 halaman dan di jilit rapi
PRAKTIKUM III
PENGKABELAN
A. TUJUAN
1.
Mahasiswa
dapat mengenal macam-pengkabelan
2.
Mahasiswa
dapat mengenal dan membedakan cable jaringan computer
3.
Mahasiswa
dapat mempraktekkan pembuatan cable cable UTP jenis straight, cross, dan rool
over
B. MATERI
1. Jenis
Cable Jaringan Komputer
Untuk dapat
menghubungkan divais yang satu dengan divais yang lain, maka di butuhkanlah
media transmisi. Terdapat berbagai macam media yang dapat digunakan untuk dapat
menghubungkan divais dan membentuk jaringan. Secara umum, media tersebut
adalah: Kabel (wired) dan Nirkabel (wireless). Empat jenis kabel jaringan yang
umum digunakan saat ini yaitu:
1) Kabel
Coaxial
Kabel coaxial terdiri atas dua kabel
yang diselubungi oleh dua tingkat isolasi. Tingkat isolasi pertama adalah yang
paling dekat dengan kawat konduktor tembaga. Tingkat pertama ini dilindungi
oleh serabut konduktor yang menutup bagian atasnya yang melindungi dari
pengaruh elektromagnetik. Sedangkan bagian inti yang digunakan untuk transfer
data adalah bagian tengahnya yang selanjutnya ditutup atau dilindungi dengan
plastik sebagai pelindung akhir untuk menghindari dari goresan kabel.Beberapa
jenis kabel Coaxial lebih besar dari pada yang lain. Makin besar kabel, makin
besar kapasitas datanya, lebih jauh jarak jangkauannya dan tidak begitu
sensitif terhadap interferensi listrik.
2)
Kabel Unshielded Twisted Pair (UTP)
Kabel twisted pair terjadi dari dua
kabel yang diputar enam kali per-inchi
untuk memberikan perlindungan terhadap interferensi listrik ditambah dengan
impedensi, atau tahanan listrik yang konsisten. Nama yang umum digunakan untuk
kawat ini adalah IBM jenis/kategori 3. Secara singkat kabel UTP adalah murah
dan mudah dipasang, dan bisa bekerja
untuk jaringan skala kecil.
3)
Kabel Shielded Twisted Pair (STP).
Kabel STP sama dengan kabel UTP,
tetapi kawatnya lebih besar dan diselubungi dengan lapisan pelindung isolasi
untuk mencegah gangguan interferensi. Jenis kabel STP yang paling umum
digunakan pada LAN ialah IBM jenis/kategori 1.
4)
Kabel Serat Optik (Fiber Optik).
Kabel
serat optik mengirim data sebagai pulsa cahaya melalui kabel serat optik. Kabel
serat optik mempunyai keuntungan yang
menonjol dibandingkan dengan semua pilihan kabel tembaga. Kabel serat
optik memberikan kecepatan transmisi data tercepat dan lebih reliable, karena jarang terjadi kehilangan data yang
disebabkan oleh interferensi listrik. Kabel serat optik juga sangat tipis dan
fleksibel sehingga lebih mudah dipindahkan dari pada kabel tembaga yang berat.
C. LANGKAH
PRAKTIKUM
1. Merakit
Kabel Cross
1)
Potonglah
kabel sesuai dengan panjang yang diperlukan, yaitu dengan cara membuang
(mengupas) bagian pelindung luar kabel, kemudian bersihkan dan rapikan kedua
ujung kabel.
2)
Susunlah
warna urutan kabel sesuai dengan gambar di bawah ini.
3)
Urutkanlah
pemasangan kabel pada konektor sesuai dengan urutan.
4)
Setelah
kabel dimasukkan ke konektor, lalu klem
(jepitlah) konektor dengan tang klem hingga terminal-terminal menjepit
kabel dengan kuat.
5)
Pasang
kedua ujung kabel dengan konektor, lalu lakukan pengujian dengan menggunakan
kabel tester.
6)
Setelah
berhasil melakukan pemasangan kabel pada konektor dengan pengetesan dengan
kabel tester, hubungkan dua buah PC dengan kabel tersebut, apakah bisa?
2.
Merakit Kabel Straight
1)
Potonglah
kabel sesuai dengan panjang yang diperlukan, yaitu dengan cara membuang
(mengupas) bagian pelindung luar kabel, kemudian bersihkan dan rapikan kedua
ujung kabel.
2)
Susunlah
warna urutan kabel sesuai dengan gambar dibawah ini:
Pin
# |
Wire |
1 |
White/Green |
2 |
Green |
3 |
White/Orange |
4 |
Blue |
5 |
White/Blue |
6 |
Orange |
7 |
White/Brown |
8 |
Brown |
Gambar 3.1. EIA/TIA 568A STANDARD
3)
Urutkanlah
pemasangan kabel pada konektor sesuai dengan urutan.
4)
Setelah
kabel dimasukkan ke konektor, lalu klem
(jepitlah) konektor dengan tang klem hingga terminal-terminal menjepit
kabel dengan kuat.
5)
Pasang
kedua ujung kabel dengan konektor, lalu lakukan pengujian dengan menggunakan
kabel tester.
Setelah berhasil melakukan pemasangan
kabel pada konektor dengan pengetesan dengan kabel tester, hubungkan dua buah
PC dengan kabel tersebut, apakah bisa?
D. TUGAS
·
Buatkan
kedalam bentuk laporan tentang teknik pemasangan kable mulai dari kable
coacial, UTP/STP, FO minimal 15 Halaman
dan di jilit rapi.
PRAKTIKUM IV
PENGELAMATAN IP
ADDRESS
A. TUJUAN
1.
Mahasiswa
dapat mempraktekkan setting IP Addres pada Komputer
2.
Memahami
Format IP Addressing versi 4 beserta pembagian kelasnya.
3.
Memahami
Subnetting Classfull & Classless secara CIDR / VLSM.
4.
Dapat
mengkonfigurasi IP pada jaringan Local Area Network.
B. MATERI
1. Pendahuluan
Untuk berkomunikasi dengan host lain
didalam suatu jaringan, sebuah host
harus mempunyai IP (Internet Protocol) address. Pada praktikum ini, IP yang
digunakan adalah IPv4 yang memiliki panjang 32 bit (4 byte). IP address sendiri
terbagi menjadi 2 bagian yaitu bagian
network address dan node/host
address. IPv4 terdiri dari 5 class, yaitu A, B, C, D dan E. Kelas D digunakan
untuk multicasting, sedangkan kelas E untuk riset.
Gambar 2.1. Contoh Penggunaan IP
Adress
Berikut
adalah alokasi bit untuk alamat IPv4 :
Berikut
adalah IP Address Range untuk masing-masing kelas :
2. Subnetting :
Mengapa
dilakukan subnetting ?
1.
Untuk
mengurangi lalu lintas jaringan (mengurangi broadcast storm/ memperkecil
broadcast domain)
2.
Mengoptimalisasi
unjuk kerja jaringan
3.
Pengelolaan
yang disederhanakan (memudahkan pengelolaan, mengidentifikasikan permasalahan)
4.
Penghematan
alamat IP.
Pada dasarnya subnetting adalah
mengambil bit-bit dari bagian host sebuah alamat IP danme-reserve atau
menyimpannya untuk mendefinisikan alamat subnet. Konsekuensinya adalah semakin
sedikit jumlah bit untuk host. Jadi semakin banyak jumkah subnet, semakin
sedikit jumlah bit yang tersedia untuk mendefinisikan host bit.
Contoh Subneting :
Misalkan tersedia network address
192.168.1.0 / 24 → “ berarti kelas C ”.
(Lihat tabel di atas) Misal kita membutuhkan 6 kelompok
jaringan/network, maka yang kita lakukan adalah membagi alamat tersebut menjadi 6 subnet. Maka rumus
yang digunakan adalah 2^n >= jumlah subnet. Variabel n menunjukkan jumlah
bit yang dipinjam dari bit-bit host untuk dijadikan bit subnet.
Perhitungan:
2^n
>= 6 => 2^3 >= 6
,sehingga n = 3
Perhitungan dengan metode binary
:
-
subnet
mask default (dlm biner) : 11111111.11111111.11111111.00000000
-
tambahkan
3 bit 1 di ruas paling belakang :
11111111.11111111.11111111.11100000
-
konversi
subnet tsb ke desimal : 255.255.255. 224
(Berarti subnet mask addressnya adalah
255.255.255.224 untuk mendapatkan 6 subnet)
Sekarang untuk mengetahui jumlah IP
yang dapat dipakai untuk tiap host di tiap subnet, lakukan operasi berikut :
256 : jumlah
rentang dari 0 – 255
224 : nilai
ruas terakhir dari subnet yang baru
32 : digunakan sebagai range buat subnetnya
Hasil 32 menunjukkan IP yang dapat
dipakai untuk tiap subnet mask yang baru. Berikut ini adalah daftar semua
subnet untuk subnet mask class C 255.255.255 224 : Subnet ke 0 :
192.168.1.0 – 192.168. 1. 31
Subnet ke
1 :
192.168.1.32 - 192.168.1. 63
Subnet ke 2 :
192.168.1.64 - 192.168.1. 95
Subnet ke 3 :
192.168.1.96 - 192.168.1.127
……………….
Subnet ke 7 :
192.168.1.224 – 192.168.1.255
Contoh menghitung broadcast address :
Coba hitung broadcast address dan
network address untuk IP 192.168.1.4 /29
Jawab
:
/29
berarti netmask = 255.255.255.248
IP Adress :
192.168.1.4
11000000.10101000.00000001.00000100
netmask :
255.255.255.248
11111111.11111111.11111111.11111000
Network Addr: 192.168.1.0
11000000.10101000.00000001.00000000
(AND)
Broadcast Addr: 192.168.1.7
11000000.10101000.00000001.00000111
(invers)
3. CIDR
( Classless Interdomain Domain Routing)
Perhitungan subnetting pada CIDR
merupakan perhitungan lanjutan mengenai IP Addressing dengan menggunakan metode
VLSM ( Variable Length Subnet Mask ), namun sebelum membahas VLSM perlu
direview terlebih dahulu subnetting menggunakan CIDR.
Pada tahun 1992 lembaga IEFT
memperkenalkan suatu konsep perhitungan IP
Address yang dinamakan supernetting atau classless inter domain routing (CIDR), metode ini
menggunakan notasi prefix dengan panjang notasi tertentu sebagai network
prefix, panjang notasi prefix ini menentukan jumlah bit sebelah kiri yang
digunakan sebagai Network ID, metode CIDR dengan notasi prefix dapat diterapkan
pada semua kelas IP Address sehingga hal ini memudahkan dan lebih efektif.
Menggunakan metode CIDR kita dapat melakukan pembagian IP address yang tidak
berkelas sesukanya tergantung dari kebutuhan pemakai.
Sebelum kita melakukan perhitungan IP
address menggunakan metode CIDR berikut ini adalah nilai subnet yang dapat
dihitung dan digunakan :
Subnet Mask CIDR Subnet Mask CIDR
255.128.0.0 /9 255.255.240.0 /20
255.192.0.0 /10 255.255.248.0 /21
255.224.0.0 /11 255.255.252.0 /22
255.240.0.0 /12 255.255.254.0 /23
255.248.0.0 /13 255.255.255.0 /24
255.252.0.0 /14 255.255.255.128 /25
255.254.0.0 /15 255.255.255.192 /26
255.255.0.0 /16 255.255.255.224 /27
255.255.128.0 /17 255.255.255.240 /28
255.255.192.0 /18 255.255.255.248 /29
255.255.224.0 /19 255.255.255.252 /30
Catatan penting dalam subnetting ini
adalah penggunaan oktat pada subnet mask dimana :
-
untuk
IP Address kelas C yang dapat dilakukan CIDR-nya adalah pada oktat terakhir
karena pada IP Address kelas C subnet mask default-nya adalah 255.255.255.0
-
untuk
IP Address kelas B yang dapat dilakukan CIDR-nya adalah pada 2 oktat terakhir
karena pada IP Address kelas B subnet mask default-nya adalah 255.255.0.0
-
untuk
IP Address kelas A yang dapat dilakukan CIDR-nya adalah pada 3 oktat terakhir
karena IP Address kelas A subnet mask default-nya adalah 255.0.0.0
4. VLSM
( Variable Length Subnet Mask )
Perhitungan IP Address menggunakan
metode VLSM adalah metode yang berbeda dengan memberikan suatu Network Address
lebih dari satu subnet mask, jika
menggunakan CIDR dimana suatu Network ID hanya memiliki satu subnet mask saja,
perbedaan yang mendasar disini juga adalah terletak pada pembagian blok,
pembagian blok VLSM bebas dan hanya dilakukan oleh si pemilik Network Address
yang telah diberikan kepadanya atau dengan kata lain sebagai IP address local
dan IP Address ini tidak dikenal dalam jaringan internet, namun tetap dapat
melakukan koneksi kedalam jaringan internet, hal ini terjadi dikarenakan
jaringan internet hanya mengenal IP Address berkelas.
Metode VLSM ataupun CIDR pada
prinsipnya sama yaitu untuk mengatasi kekurangan IP Address dan dilakukannya
pemecahan Network ID guna mengatasi kekerungan IP Address tersebut. Network
Address yang telah diberikan oleh lembaga IANA jumlahnya sangat terbatas,
biasanya suatu perusahaan baik instansi pemerintah, swasta maupun institusi
pendidikan yang terkoneksi ke jaringan internet hanya memilik Network ID tidak
lebih dari 5 – 7 Network ID (IP Public).
Dalam penerapan IP Address menggunakan
metode VLSM agar tetap dapat
berkomunikasi kedalam jaringan internet sebaiknya pengelolaan network-nya dapat
memenuhi persyaratan ; routing protocol yang digunakan harus mampu membawa
informasi mengenai notasi prefix untuk setiap rute broadcastnya (routing
protocol : RIP, IGRP, EIGRP, OSPF dan lainnya, bahan bacaan lanjut protocol
routing : CNAP 1-2), semua perangkat router yang digunakan dalam jaringan harus
mendukung metode VLSM yang menggunakan algoritma penerus packet informasi.
Tahapan perhitungan menggunakan VLSM IP Address yang ada dihitung menggunakan
CIDR selanjutnya baru dipecah kembali menggunakan VLSM, sebagai contoh :
130.20.0.0/20
Kita hitung jumlah subnet terlebih
dahulu menggunakan CIDR, maka didapat
11111111.11111111.11110000.00000000 =
/20
Jumlah angka binary 1 pada 2 oktat
terakhir subnet adalah 4 maka Jumlah subnet = (2x) = 24 = 16
Maka blok tiap subnetnya adalah :
Blok subnet ke 1 = 130.20.0.0/20
Blok subnet ke 2 = 130.20.16.0/20
Blok subnet ke 3 = 130.20.32.0/20
Dst … sampai dengan
Blok subnet ke 16 = 130.20.240.0/20
Selanjutnya kita ambil nilai blok ke 3
dari hasil CIDR yaitu 130.20.32.0 kemudian :
-
Kita
pecah menjadi 16 blok subnet, dimana nilai 16 diambil dari hasil perhitungan
subnet pertama yaitu /20 = (2x) = 24 = 16
-
Selanjutnya
nilai subnet di ubah tergantung kebutuhan untuk pembahasan ini kita gunakan
/24, maka didapat 130.20.32.0/24 kemudian diperbanyak menjadi 16 blok lagi
sehingga didapat 16 blok baru yaitu :
Blok subnet VLSM 1-1 =
130.20.32.0/24
Blok subnet VLSM 1-2 = 130.20.33.0/24,
dst..sampai ke 16
-
Selanjutnya
kita ambil kembali nilai ke 1 dari blok subnet VLSM 1-1 yaitu 130.20.32.0 kemudian
kita pecah menjadi 16:2 = 8 blok subnet lagi, namun oktat ke 4 pada Network ID
yang kita ubah juga menjadi 8 blok kelipatan dari 32
-
sehingga
didapat :
Blok subnet VLSM 2-1 = 130.20.32.0/27
Blok subnet VLSM 2-2 = 130.20.32.32/27
Blok subnet VLSM 2-3 = 130.20.33.64/27
Blok subnet VLSM 2-4 = 130.20.34.96/27
Blok subnet VLSM 2-5 =
130.20.35.128/27
Blok subnet VLSM 2-6 =
130.20.36.160/27, dst
5. IPv6
Addresses (TAMBAHAN)
IPv6 adalah format IP dengan panjang
128 bit dan umumnya ditulis sebagai 8 bilangan 16 bit hexadecimal.Memiliki
jumlah alamat IP = 2128 (sekitar 3.4x
1038). Bandingkan dengan IPv4 dengan format hanya 32 bit yang berarti memiliki
jumlah IP = 232 (sekitar 4.3x109). Format penulisannya adalah dengan
hexadecimal yang masing-masing 16 bit
dengan dipisahkan dengan tanda titik dua (:) Representasi alamat pada IPv6 ada
beberapa macam :
-
Model
x: x: x: x: x: x: x: x
X adalah nilai berupa hexadecimal 16
bit dari porsi alamat. Karena terdapat 8 buah ‘x’,
jumlah total = 816 = 128 bit.
Contohnya :
FEDC:BA98:7654:3210:FEDC:BA98:7654:3210
-
Jika
format pengalamatan IP mengandung kumpulan group 16 bit bernilai ‘0’, maka
direpresentasikan dengan “::”.
Contohnya : 3FFE:0:0:0:0:0:FE56:3210
dapat direpresentasikan menjadi 3FFE::FE56:3210
-
Model
x: x: x: x: x: d: d: d
d adalah alamat IPv4 32 bit. Contohnya
: 0:0:0:0:FFFF:13.1.68.3 direpresentasikan menjadi ::FFFF:13.1.68.3
C. TUGAS
1.
Untuk
mengelola manajemen pembagian kerja yang baik sebuah perusahaan akan melakukan
pembagian area kerja berdasarkan divisi
atau unit kerja yang spesifik dengan mengalokasikan sejumlah perangkat komputer
(host) sesuai kebutuhan. Sebagai contoh: Perusahaan “Kreatip Corp” membagi
perusahaannya ke dalam 5 divisi dengan distribusi alokasi kebutuhan hostnya masing-masing.
Network 1 :
Network 2 :
Network 3:
Network 4 :
Network 5:
Dengan Metode VLSM tentukan Network
Address, First Usable Address, Last Usable Address, dan Broadcast Address, jika
diberikan IP License ………………..
2.
Berdasarkan
gambar Topologi Jaringan berikut ini, tentukan pembagian subnetwork dengan
metode VLSM, default gateway, dan host pada masing-masing bagian.
D. TUGAS
PENDAHULUAN
1. Jelaskan ip addressing version 4 dan
pembagian kelasnya ! berikan contoh beserta perinciannya.
2. Jelaskan mengenai IP Public & IP
Private, serta metode NAT !
3. Jelaskan yang dimaksud dengan
Broadcast Domain dan Default Gateway, serta berikan berikan penjelasan jika
muncul “ Destination unreachable & Request Time Out pada proses Ping !
4. Jelaskan mengenai IP Subnetting
Classfull & Classless menggunakan CIDR & VLSM !
5. Dengan metode CIDR, berikan perincian
subnetwork jika diberikan IP Network 200.200.200.0/24 dan dibutuhkan 8
subnetwork, tentukan pula network, first, last, dan broadcast address pada
masing-masing subnetwork, serta gambarkan perhitungannya !
6. Dengan metode VLSM, jika dibutuhkan
pembagian jaringan untuk 4 divisi dengan masing-masing :
Network A : 30 host
Network B : 60 host
Network C : 6 host
Network D : 2 host
Jika diberikan IP License nya : 192.168.1.0/24 tentukan pembagian IP Address pada masing-masing network beserta Network Address, First Usable Address, Last Usable Address, & Broadcast Address.
- Husain
- Mataram, NTB, Indonesia
- Sukuralhamdulillah akhirnya saya sudah menyelesaikan study S1 ku di STMIK BG mataram... dan sekarang saya bekerja sebagai Lecturer di di Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK Bumigora Mataram).
0 comments:
Post a Comment